Kamis, 16 Mei 2024

Arsenal dan Liverpool Boleh Duduk Bareng

 Arsenal dan Liverpool mungkin akan membuat klub-klub lain iri terhadap dominasi Manchester City. Bersaing dengan Man City di Liga Inggris bisa sangat menantang. Konsistensi saja tidak cukup, mereka harus terus bermain di level tertinggi.

Arsenal kemungkinan akan mengalami kekecewaan besar musim ini. Meskipun bertarung sepanjang musim dan bahkan memimpin klasemen untuk beberapa pekan, The Gunners mungkin harus menerima kenyataan bahwa mereka gagal menjadi juara.

Hal ini terutama karena mereka harus bersaing dengan kekuatan yang luar biasa dari Manchester City. Meskipun skuad Mikel Arteta telah tampil luar biasa musim ini, Man City tetap menjadi lawan yang sulit untuk dikalahkan.

Baru-baru ini, Arsenal harus merelakan posisinya turun dari puncak klasemen. Dalam pertandingan tunda pekan ke-34 pada Rabu (15/5), Manchester City berhasil mengalahkan Tottenham dengan skor 2-0. Dengan tambahan tiga poin tersebut, Man City berhasil menduduki posisi puncak klasemen.

Sebagai juara bertahan, Man City telah mengumpulkan total 88 poin, sedangkan Arsenal menempati peringkat kedua dengan 86 poin. Hanya tersisa satu pertandingan lagi. Meskipun telah berjuang keras sepanjang musim, Arsenal mungkin harus menerima kenyataan bahwa mereka gagal meraih gelar juara.

Arsenal Koleksi 27 Kemenangan

Arsenal telah menampilkan performa terbaik musim ini. Kemenangan atas Manchester United pekan lalu membantu Arsenal mencatat rekor baru dalam era modern. Sejauh ini, The Gunners telah mengamankan total 27 kemenangan di Premier League musim ini.

Angka ini merupakan rekor baru bagi Arsenal dalam era Premier League. Sebelumnya, Arsenal hanya dua kali meraih lebih banyak kemenangan, yaitu pada musim 1970/1971 (29 kemenangan) dan musim 1930/1931 (28 kemenangan).

Total 27 kemenangan musim ini bahkan melampaui jumlah kemenangan era Invincibles Arsenal pada musim 2003/2004. Saat itu, mereka berhasil meraih total 26 kemenangan dan 12 hasil imbang.

Dengan 27 kemenangan tersebut, Arsenal telah mengumpulkan total 81 poin, seharusnya mencukupi untuk bersaing merebut gelar juara. Selain itu, The Gunners juga mencatat lima hasil imbang, sehingga total poin mereka sekarang adalah 86 poin.

Sekarang Arsenal tahu pengalaman Liverpool

Sayangnya, Arsenal harus menghadapi tantangan dari Man City yang begitu kuat. Bukan karena kelemahan Arsenal atau kelengahan skuad Mikel Arteta, melainkan karena Man City memang menjadi lawan yang sangat sulit untuk dikalahkan.

Dengan satu pertandingan tersisa, misalkan Man City dan Arsenal sama-sama meraih kemenangan, maka Man City akan menutup musim dengan 91 poin, sementara Arsenal dengan 89 poin. The Gunners hanya tertinggal dua poin, yang berarti gagal meraih gelar juara.

Kasus yang dialami Arsenal musim ini mirip dengan yang pernah dialami Liverpool beberapa tahun lalu. Liverpool dua kali nyaris meraih gelar juara, namun selalu kalah tipis dari Man City, yaitu pada musim 2021/2022 dan 2018/2019, dengan selisih tipis hanya 1 poin.

Barisan klub sakit hati

Keberhasilan dan kegagalan dalam persaingan merebut trofi memang sudah menjadi bagian yang biasa, tapi tentu rasanya berbeda ketika kekalahan terjadi dengan selisih hanya dua poin atau bahkan satu poin saja. Apalagi, kalah dari Man City yang memang terlalu kuat.

Dalam 10 tahun terakhir, hanya Liverpool dan Arsenal yang benar-benar merasakan getirnya kalah dari Man City dengan selisih poin yang tipis. Sementara tim-tim lain juga mengalami kekalahan, namun dengan selisih poin yang cukup besar.

Pada musim lalu, Man City keluar sebagai juara dengan mengumpulkan 89 poin, sedangkan Arsenal hanya mampu mengoleksi 84 poin. Meskipun tidak begitu jauh, namun kegagalan musim lalu tidaklah seberat kegagalan yang dialami musim ini - jika terjadi.

Sebaliknya, pada musim 2020/2021, Man City meraih gelar juara dengan 86 poin, sementara Man United berada di peringkat kedua dengan 74 poin. Selisih poin di antara keduanya sangat jauh, sehingga Man City sudah memastikan gelar juara sebelum musim berakhir.

Bahkan, Man City sendiri belum pernah merasakan kekalahan dengan selisih poin yang tipis. Pada musim 2019/2020, ketika Liverpool menjadi juara dengan mengumpulkan 99 poin, Man City hanya mampu finis di peringkat kedua dengan 81 poin.

Karena itu, saat ini hanya dua klub yang merasakan kekecewaan yang mendalam: Liverpool dan Arsenal. Mereka merasa sangat kecewa karena gagal meraih gelar juara dengan selisih poin yang tipis dalam persaingan sengit melawan Man City.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Toni Kroos: Terima Kasih untuk 10 Tahun yang Indah

 Gelandang Real Madrid, Toni Kroos, telah mengucapkan perpisahannya kepada para Madridista setelah menghabiskan 10 tahun kariernya bersama k...